IWB:Pawai Kemerdekaan Jangan Bergeser Jadi Sekedar Hiburan,Budaya Lokal Harus Dikembalikan

BANYUWANGI-MN Cakrawala,Wacana penataan ulang pelaksanaan pawai kemerdekaan di Banyuwangi mulai disuarakan sejumlah elemen masyarakat.

 

Salah satunya datang dari Info Warga Banyuwangi (IWB) yang mengusulkan agar perayaan HUT RI ke depan lebih menonjolkan unsur budaya dan kearifan lokal dibanding dominasi sound horeg yang belakangan marak digunakan.

 

Ketua IWB, Abi Arbain, menilai fenomena sound horeg yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir perlu menjadi bahan evaluasi bersama.

 

Menurutnya, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaku seni, dan generasi muda perlu duduk bersama untuk merumuskan konsep perayaan yang tetap meriah namun tidak meninggalkan identitas budaya Banyuwangi.

 

“Perayaan kemerdekaan harus menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan, budaya, dan pendidikan karakter. Jangan sampai substansi pawai bergeser dari yang semula menampilkan kreativitas dan tradisi menjadi sekadar hiburan semata,” ujarnya, Rabu (16/9/2026).

 

Dalam pandangannya, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian ke depan. Mulai dari usulan penyelenggaraan pawai tanpa sound horeg pada tahun 2027, mengembalikan pawai sebagai sarana pelestarian budaya lokal, menghentikan konsep arak-arakan yang menyerupai diskotek berjalan, hingga mempertimbangkan dampak sosial terhadap generasi muda.

 

Abi menegaskan, pandangan tersebut bukan ditujukan untuk membatasi ruang kreativitas masyarakat.

 

Sebaliknya, ia berharap muncul keseimbangan antara hiburan modern dengan pelestarian nilai budaya yang selama ini menjadi ciri khas Banyuwangi.

 

Menurutnya, daerah yang dikenal sebagai Kota Festival itu memiliki banyak kesenian dan tradisi yang dapat ditampilkan dalam pawai kemerdekaan, mulai dari seni tari, musik tradisional, hingga berbagai kreativitas berbasis budaya lokal yang melibatkan generasi muda.

 

IWB juga mendorong pemerintah daerah melakukan pendekatan yang humanis dalam menyikapi fenomena tersebut. Dialog dan edukasi dinilai lebih efektif dibandingkan langkah-langkah yang berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

 

“Yang terpenting adalah bagaimana perayaan kemerdekaan tetap menjadi ruang ekspresi warga sekaligus sarana menjaga warisan budaya dan membangun karakter generasi penerus,” kata Abi.

 

Perdebatan mengenai keberadaan sound horeg sendiri masih menjadi topik yang ramai dibicarakan masyarakat.

 

Sebagian menilai keberadaannya mampu menarik antusiasme warga dan menggerakkan perekonomian lokal, sementara sebagian lainnya berharap perayaan rakyat lebih mengedepankan nilai budaya, kenyamanan lingkungan, dan edukasi bagi generasi muda.

(tim/FS)