Pekanbaru,MN Cakrawala – Suasana Mushalla SMAN 4 Pekanbaru di Jalan Adi Sucipto, Senin pagi (20/04/2026), tampak jauh dari biasanya. Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan siswa dan puluhan guru memadati ruangan, menciptakan atmosfer penuh energi dalam kegiatan Police Goes To School yang dipadukan dengan kampanye Green Policing oleh Ditlantas Polda Riau.
Lebih dari 1.000 pelajar hadir, Aula bergemuruh, Antusiasme tak terbendung—menjadi potret semangat generasi muda yang haus akan edukasi keselamatan berlalu lintas.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 09.30 WIB itu dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, Dasril, bersama jajaran tim. Dalam pemaparannya, ia tak sekadar menyampaikan teori, tetapi mengajak siswa memahami realitas pahit di balik angka kecelakaan lalu lintas.
“Keselamatan berlalu lintas harus menjadi budaya, bukan sekadar kewajiban,” tegasnya. “Di tangan generasi muda, masa depan keselamatan jalan raya dipertaruhkan.”
Suasana semakin hidup saat sesi tanya jawab dimulai. Sorak sorai pecah. Tangan-tangan terangkat tinggi, para siswa berlomba menjawab pertanyaan. Edukasi yang biasanya kaku, berubah menjadi interaktif, segar, dan penuh semangat.
Tak hanya soal lalu lintas, Ditlantas Polda Riau juga menyisipkan pesan penting tentang lingkungan melalui program Green Policing. Edukasi ini menjadi penegas bahwa keselamatan jalan dan kelestarian alam adalah dua hal yang tak terpisahkan.
“Kami ingin membentuk mindset pelajar agar tidak hanya tertib di jalan, tetapi juga peduli terhadap lingkungan,” lanjut AKBP Dasril.
Apresiasi datang dari Kepala Sekolah Sahid Suwarno. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan investasi karakter bagi para siswa.
“Kami sangat mengapresiasi. Ini bukan hanya tentang aturan lalu lintas, tapi juga membentuk disiplin dan kesadaran sosial siswa,” ujarnya.
Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Jeki Rahmat Mustika menegaskan bahwa program Police Goes To School merupakan bagian dari strategi besar Polri dalam membangun generasi muda yang sadar hukum dan peduli lingkungan.
Kemeriahan semakin terasa saat sesi kuis digelar. Para siswa berebut menjawab demi mendapatkan hadiah seperti helm SNI, tumbler, hingga buku panduan keselamatan. Edukasi pun terasa ringan, namun tetap membekas.
Sebagai simbol komitmen bersama, Ditlantas Polda Riau juga menyerahkan bibit pohon berbuah kepada pihak sekolah—sebuah pesan sederhana namun kuat: menjaga keselamatan dan lingkungan harus dimulai dari sekarang.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi bukti bahwa pendekatan edukatif yang humanis mampu menumbuhkan kesadaran kolektif sejak dini. Dari mushalla sekolah, lahir harapan—bahwa generasi muda Pekanbaru akan menjadi pelopor keselamatan di jalan sekaligus penjaga lingkungan di masa depan.(Ef)












