Putra Pekanbaru Raih Silver Dan Bronze Medal Di Ajang Nasional MEC 8 Lombok, Angkat Kearifan Lokal Kampar Dan Inovasi Pangan

Pekanbaru,MN Cakrawala — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Riau di tingkat nasional. Dellas Akhmeidi, putra asal Kota Pekanbaru, berhasil mengharumkan nama daerah setelah meraih Silver Medal dan Bronze Medal dalam ajang Mandalika Essay Competition (MEC) 8 tingkat nasional yang digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 16–18 Mei 2026.

 

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) bekerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mataram itu mempertemukan gagasan terbaik mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

 

Pada subtema Pariwisata dan Budaya, Dellas Akhmeidi sukses meraih Silver Medal melalui karya berjudul “Dari Legenda ke Literasi: Balimau Kasai sebagai Ritus Air dalam Gerakan Ekologis Berbasis Kearifan Kampar”. Karya tersebut mengangkat tradisi Balimau Kasai tidak hanya sebagai budaya turun-temurun masyarakat Kampar, tetapi juga sebagai instrumen literasi ekologis yang dapat memperkuat kesadaran lingkungan berbasis nilai-nilai lokal.

 

Melalui gagasan itu, Dellas mencoba menghubungkan warisan budaya dengan tantangan ekologis masa kini, sekaligus mendorong agar tradisi daerah tidak berhenti sebagai simbol seremonial, melainkan menjadi gerakan sosial yang relevan dengan pembangunan berkelanjutan.

 

Tak berhenti di situ, pada subtema Pangan, Dellas juga berhasil meraih Bronze Medal lewat karya berjudul “CHIPSKU: Menerapkan Inovasi untuk Menciptakan Solusi Cemilan Sehat yang Berkelanjutan, Ramah Lingkungan, dan Berdaya Saing Tinggi di Era Transformasi Digital”. Gagasan tersebut menawarkan inovasi pangan sehat yang adaptif terhadap perkembangan zaman, dengan menitikberatkan pada keberlanjutan lingkungan dan daya saing produk di era digital.

 

Capaian dua medali dalam dua subtema berbeda ini menjadi bukti kapasitas intelektual sekaligus kepedulian Dellas terhadap isu budaya, lingkungan, dan pangan. Tidak hanya aktif dalam pengembangan gagasan, Dellas juga dikenal sebagai aktivis muda dan dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Umum Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

 

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau, sekaligus menunjukkan bahwa anak muda daerah mampu bersaing di tingkat nasional melalui karya ilmiah yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berakar pada identitas lokal.

 

“Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda Riau lainnya untuk terus berkarya, berpikir kritis, dan membawa nama daerah melalui inovasi serta gagasan yang berdampak,” ujar Dellas.

 

Ajang MEC 8 menjadi panggung pembuktian bahwa ide besar dapat lahir dari anak muda daerah—menggabungkan tradisi, inovasi, dan kepedulian terhadap masa depan dalam satu langkah nyata.(Ef)