Bondowoso,MN Cakrawala-Komitmen menjaga transparansi dan ketepatan sasaran kembali ditunjukkan jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Curahdami. Mereka turun langsung ke lapangan memastikan setiap butir bantuan pangan benar-benar sampai ke tangan warga yang berhak.
Pemantauan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari hingga Maret 2026 ini dilaksanakan pada Selasa (21/4/2026) mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai. Kegiatan dilakukan secara terkoordinasi di berbagai titik distribusi yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan wilayah Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Curahdami Guruh Purnama P. S. STP, M.Si, Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H., seluruh Bhabinkamtibmas, serta anggota Babinsa Koramil 0822/02 Curahdami. Kehadiran lintas unsur ini menjadi bentuk sinergi nyata dalam mengawal program bantuan pemerintah.
Kapolsek Curahdami AKP Muktamar menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai prosedur, tepat sasaran, serta bebas dari potensi penyimpangan.
“Kami memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak. Prosesnya harus berjalan tertib, lancar, dan sesuai aturan,” ujarnya.
Berdasarkan data, jumlah penerima bantuan pangan di Kecamatan Curahdami mencapai 5.824 orang yang tersebar di 12 wilayah administrasi. Masing-masing penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang disalurkan secara bertahap.
Rinciannya meliputi Kelurahan Curahdami sebanyak 457 penerima, Desa Curahpoh 424 penerima, Desa Jetis 973 penerima, Desa Kupang 260 penerima, Desa Locare 300 penerima, Desa Pakuwesi 483 penerima, Desa Panambangan 778 penerima, Desa Petung 506 penerima, Desa Poncogati 508 penerima, Desa Selolembu 552 penerima, Desa Sumber Salak 401 penerima, serta Desa Sumber Suko 182 penerima.
Hasil pemantauan menunjukkan seluruh proses penyaluran berlangsung aman, tertib, dan sesuai rencana. Tidak ditemukan kendala berarti maupun pelanggaran selama kegiatan berlangsung, sehingga seluruh bantuan dapat tersalurkan dengan baik.
Dengan pengawasan yang konsisten dan sinergi antarinstansi, penyaluran bantuan ini tidak hanya menjadi rutinitas administratif, tetapi juga wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.(red)












