PEKANBARU,MN Cakrawala – Pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto yang menekankan pentingnya disiplin, loyalitas terhadap aturan, serta keberanian aparatur sipil negara (ASN) menolak perintah yang melanggar hukum mendapat perhatian publik.
Dalam pelantikan pejabat fungsional dan pengambilan sumpah PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, SF Hariyanto bahkan meminta ASN tidak mengikuti perintah atasan apabila mengetahui perintah tersebut bertentangan dengan aturan serta melaporkan setiap bentuk penyelewengan yang terjadi di organisasi perangkat daerah (OPD).
Pernyataan tersebut dinilai sebagai pesan yang kuat. Namun, di sisi lain, publik menunggu apakah komitmen tersebut akan diwujudkan melalui langkah konkret atau hanya menjadi bagian dari seremoni pelantikan.
Pasalnya, membangun birokrasi yang bersih tidak cukup hanya dengan menyerukan disiplin dan profesionalisme. Yang lebih penting adalah memastikan adanya keberanian menindak setiap pelanggaran secara terbuka, memberikan perlindungan kepada ASN yang melaporkan dugaan penyimpangan, serta menerapkan hukum tanpa membedakan jabatan maupun kedudukan.
Kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi juga tidak dibangun dari pidato semata, melainkan dari konsistensi pemerintah dalam menegakkan aturan yang dibuatnya sendiri. Tanpa pengawasan yang efektif dan penindakan yang tegas terhadap setiap pelanggaran, seruan untuk berani melaporkan penyimpangan berisiko dipandang sebagai slogan yang sulit diwujudkan di lapangan.
Kini, masyarakat menunggu pembuktian. Apakah pesan yang disampaikan Plt Gubernur Riau akan menjadi titik awal penguatan integritas birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, atau sekadar menjadi komitmen normatif yang kembali tenggelam seiring berjalannya waktu.(Ef)












