DISKUSI PUBLIK: Peran Pemuda dalam Mengkritisi Kebijakan Publik, Dorong Pemerintah Lebih Terbuka Terhadap Kritik

BANYUWANGI-MNCakraawala.Com, Semangat kritis dan partisipasi generasi muda dalam mengawal jalannya pemerintahan menjadi sorotan dalam kegiatan Diskusi Publik bertema “Peran Pemuda dalam Mengkritisi Kebijakan Publik di Tingkat Lokal dan Nasional” yang digelar di Banyuwangi. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, akademisi, serta kalangan pemuda dan mahasiswa, Senin (08/06/2026)

 

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut berhalangan dan diwakili oleh Muhammad Yanuarto Bramuda. Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi juga tidak dapat menghadiri acara dan diwakilkan oleh jajaran Kasat Intelkam Polresta Banyuwangi. Hadir pula perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Banyuwangi, Agus, serta perwakilan Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian. Namun, perwakilan dari DPRD Banyuwangi maupun Kodim 0825 Banyuwangi tidak tampak hadir dalam forum diskusi tersebut.

 

Dalam kesempatan itu, para peserta menyoroti pentingnya ruang demokrasi yang sehat, khususnya bagi generasi muda untuk menyampaikan kritik dan masukan terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Kritik dinilai sebagai bagian dari kontrol sosial yang diperlukan demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

 

Salah satu narasumber, Tyo, yang dikenal sebagai mantan aktivis gerakan sosial, menegaskan bahwa kritik yang disampaikan pemuda bukanlah bentuk permusuhan terhadap pemerintah. Menurutnya, kritik justru merupakan wujud kepedulian masyarakat agar kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan rakyat.

 

“Kritik bukan berarti membenci atau memusuhi pemerintah. Justru kritik yang konstruktif merupakan bentuk cinta terhadap daerah dan bangsa. Pemuda harus berani menyampaikan pandangan secara objektif dan berdasarkan fakta agar kebijakan publik dapat terus diperbaiki,” ujarnya di hadapan peserta diskusi.

 

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan dari peserta yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Mereka berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat semakin membuka ruang dialog dan melibatkan generasi muda dalam proses perumusan hingga pengawasan kebijakan publik.

 

Melalui forum ini, para peserta sepakat bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus pengawas sosial. Dengan sikap kritis yang disertai argumentasi dan data yang kuat, generasi muda diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik, adil, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

(Tim/FS)