Cakrawala Blora — Di tengah dinamika politik nasional yang kian kompleks pasca kontestasi demokrasi, peran media massa sebagai pilar keempat demokrasi kembali menjadi sorotan. Fungsi pers yang seharusnya menjadi penyampai informasi yang objektif, berimbang, dan berbasis fakta, dalam beberapa konteks dinilai mulai bergeser ke arah konstruksi narasi yang sarat tafsir dan framing. Dalam konteks inilah, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Blora memandang perlu untuk menyampaikan sikap resmi terhadap pemberitaan Majalah Tempo edisi 12 April 2026 bertajuk “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”.
Pemberitaan tersebut tidak hanya menjadi bahan diskursus publik, tetapi juga memunculkan kegelisahan di kalangan kader dan simpatisan partai karena dinilai mengandung konstruksi informasi yang tidak sepenuhnya mencerminkan prinsip-prinsip dasar jurnalistik. Penggunaan metafora korporasi dalam menggambarkan dinamika politik internal partai, ditambah dengan visualisasi karikatur yang menampilkan Ketua Umum Surya Paloh, dipandang berpotensi membentuk persepsi publik yang bias. Alih-alih memperjelas informasi, pendekatan tersebut justru membuka ruang multitafsir yang dapat mengaburkan batas antara fakta, opini, dan satire politik. Dalam pandangan DPD NasDem Blora, kritik terhadap partai politik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi, namun kritik yang dibangun tanpa verifikasi yang memadai berisiko menggeser fungsi pers dari kontrol sosial menjadi pembentuk opini yang tidak proporsional.
Sekretaris DPD NasDem Blora, Yuyus Waluyo, menegaskan bahwa keberatan pihaknya tidak semata pada isi pemberitaan, tetapi juga pada cara penyajian yang dinilai tidak mencerminkan prinsip keberimbangan. Menurutnya, penggunaan cover dengan ilustrasi karikatur telah menempatkan Ketua Umum dalam posisi yang menyudutkan dan berpotensi mempengaruhi persepsi publik secara sepihak.
“Pemberitaan seperti ini bukan hanya soal kritik, tetapi sudah masuk pada konstruksi opini yang dapat mengarah pada pembunuhan karakter. Kami menilai pendekatan visual dan narasi yang digunakan tidak proporsional serta berpotensi menyesatkan publik,” tegas Yuyus Waluyo.
Ia juga menambahkan bahwa media seharusnya mampu memisahkan secara tegas antara kritik berbasis data dengan interpretasi yang bersifat spekulatif, sehingga tidak menimbulkan bias dalam memahami dinamika politik yang sebenarnya terjadi.
Atas dasar pandangan tersebut, DPD Partai NasDem Kabupaten Blora menegaskan sikap organisasi yang dituangkan dalam poin-poin berikut:
*Pernyataan Sikap DPD Partai NasDem Blora*
1. Mengecam keras pemberitaan Majalah Tempo edisi 12 April 2026 bertajuk “PT NasDem Indonesia Raya Tbk” yang dinilai tidak berimbang, cenderung membangun framing yang menyesatkan, serta berpotensi membentuk persepsi publik yang keliru terhadap Partai NasDem dan Ketua Umum Surya Paloh.
2. Menilai bahwa penggunaan metafora “PT” dan “Tbk” bersifat multitafsir dan berisiko mengaburkan batas antara fakta, opini, dan satire, sehingga tidak memenuhi prinsip kejelasan informasi dalam praktik jurnalistik.
3. Menyatakan bahwa visualisasi karikatur tokoh politik dalam sampul pemberitaan berpotensi mengarah pada personalisasi dan pembentukan opini yang tidak proporsional.
4. Menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan pilar demokrasi yang harus dijunjung tinggi, namun harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan berlandaskan prinsip verifikasi, keberimbangan, dan akurasi.
5. Mengajak seluruh elemen media untuk menjaga ruang demokrasi yang sehat, objektif, dan konstruktif, serta tidak memperkeruh situasi politik melalui narasi yang spekulatif dan tidak terverifikasi.
*Tuntutan DPD Partai NasDem Blora*
1. Meminta klarifikasi resmi dan permintaan maaf terbuka dari Majalah Tempo atas pemberitaan edisi 12 April 2026 yang dinilai merugikan dan tidak proporsional.
2. Menuntut pemenuhan hak jawab dan hak koreksi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers.
3. Mendorong Dewan Pers untuk melakukan kajian dan penilaian terhadap aspek etika jurnalistik dalam pemberitaan tersebut.
4. Meminta media massa agar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam mengangkat isu-isu politik yang sensitif guna menghindari kegaduhan publik dan disinformasi.
Sebagai bagian dari sistem demokrasi yang sehat, DPD Partai NasDem Kabupaten Blora menegaskan komitmennya untuk tetap menjunjung tinggi kebebasan pers sebagai elemen fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus mendorong praktik jurnalistik yang berintegritas. Klarifikasi, hak jawab, dan koreksi bukan semata prosedur formal, melainkan bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap media sebagai institusi yang kredibel dan bertanggung jawab.
Ke depan, DPD NasDem Blora menegaskan akan tetap fokus pada kerja-kerja politik yang berpihak kepada masyarakat, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menjaga nilai-nilai demokrasi yang sehat dan berkeadaban. Dalam situasi apa pun, komitmen terhadap kepentingan publik akan tetap menjadi prioritas utama, sembari tetap terbuka terhadap kritik yang konstruktif, berbasis data, dan disampaikan dalam koridor etika jurnalistik yang semestinya.(Fr)












