Diduga Gunakan Besi Diameter 8 mm, Proyek Turap Jalan Arifin Ahmad Tuai Sorotan

PEKANBARU,MN Cakrawala– Pelaksanaan proyek pembangunan turap/drainase di Jalan Arifin Ahmad, Kota Pekanbaru, menjadi sorotan publik. Berdasarkan hasil pantauan lapangan, rangkaian pembesian yang dipersiapkan untuk pondasi tapak diduga menggunakan besi tulangan berdiameter 8 mm, padahal pada pekerjaan pondasi tapak umumnya digunakan besi berdiameter 10 mm atau sesuai spesifikasi teknis dalam dokumen kontrak.

 

Perbedaan ukuran tulangan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian pekerjaan dengan gambar rencana, spesifikasi teknis, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB). Apabila benar tidak sesuai dengan dokumen kontrak, kondisi itu berpotensi memengaruhi kualitas dan kekuatan struktur bangunan.

 

Selain itu, di lokasi pekerjaan juga tidak terlihat adanya papan informasi proyek yang memuat identitas kegiatan, nilai kontrak, sumber anggaran, pelaksana pekerjaan, dan waktu pelaksanaan. Padahal keberadaan papan informasi merupakan bagian dari prinsip keterbukaan informasi publik dalam pelaksanaan proyek pemerintah.

 

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Ferry Erdiman, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi mengenai tidak adanya plang nama proyek maupun dugaan penggunaan besi tulangan berdiameter lebih kecil pada pondasi tapak.

 

Publik kini menanti penjelasan resmi dari Dinas PUPR Kota Pekanbaru, termasuk apakah material yang digunakan telah sesuai spesifikasi kontrak atau akan dilakukan pemeriksaan ulang oleh tim teknis maupun aparat pengawas internal.(Ef)