Semarang,MN Cakrawala – Akademisi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat MTI, Djoko Setijowarno, menilai Trans Semarang tengah memasuki fase penting transformasi menuju sistem transportasi publik yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkeadilan.
Menurutnya, modernisasi tersebut tidak hanya ditandai dengan rencana penggantian armada diesel menjadi bus listrik, tetapi juga pembangunan jalur khusus BRT yang akan meningkatkan ketepatan waktu perjalanan dan kenyamanan penumpang.
“Trans Semarang sedang bergerak menuju sistem angkutan massal yang lebih cerdas, terintegrasi, dan berkelanjutan. Kehadiran bus listrik serta rencana jalur khusus menjadi langkah maju yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Namun demikian, Djoko mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur dan teknologi. Pemerintah Kota Semarang juga perlu memperhatikan kesejahteraan para pengemudi yang menjadi ujung tombak pelayanan transportasi publik.
Ia mendorong adanya sistem pengupahan yang lebih proporsional berdasarkan jenis armada yang dikemudikan, sehingga pengemudi bus besar, bus sedang, dan feeder memperoleh penghargaan yang sesuai dengan tingkat tanggung jawab pekerjaannya.
“Transportasi publik yang maju bukan hanya soal bus baru dan jalur khusus, tetapi juga bagaimana pengemudi mendapatkan kesejahteraan yang layak. Ketika teknologi dan kesejahteraan berjalan seiring, maka Trans Semarang dapat menjadi contoh transportasi publik yang modern dan berkeadilan bagi kota-kota lain di Indonesia,” tegasnya.
Dengan dukungan regulasi daerah, elektrifikasi armada, pembangunan jalur khusus, serta peningkatan kesejahteraan pengemudi, Trans Semarang dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu model transportasi perkotaan terbaik di Indonesia.(Ef)












