Bunga Desaku di Pakusari: Cara Gus Fawait Pangkas Birokrasi dan Serap Aspirasi Warga Jember

JEMBER,MN CAKRAWALA, Pemerintah Kabupaten Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan pelayanan publik dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Melalui program unggulan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa), Bupati Jember H. Mohammad Fawait, S.E., M.Si. (Gus Fawait) menggelar rangkaian kunjungan kerja maraton dari siang hingga malam hari di wilayah Kecamatan Pakusari, Senin (20/7/2026) malam.

 

​Rangkaian kegiatan diawali dengan Apel Siswa di SMPN 1 Pakusari, dilanjutkan dengan Sholawat Kampung di Balai Desa Sumber Pinang, peninjauan ke PKM Pakusari, serta Pertemuan UMKM, Mlijo, dan Kelompok Tani di Balai Desa Pakusari. Tak hanya itu, agenda dilanjutkan dengan Pertemuan Kader Posyandu dan RT/RW di Lapangan Pakusari, hingga FGD PKK bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Hj. Ghyta Eka Puspita, S.E., di Kantor Kecamatan Pakusari.

 

​Puncak rangkaian Bunga Desaku ditutup dengan agenda Serap Aspirasi Bersama Tokoh Masyarakat dan Pemuda di Seger Nusantara, Desa Subo. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Kepala OPD, Kepala Desa se-Kecamatan Pakusari, Ketua RT/RW, serta Ketua DPC PKB Jember, H. Ayub Junaidi, S.H.

 

​Memotong Rantai Birokrasi yang Panjang

​Dalam wawancaranya, Bupati Gus Fawait menegaskan bahwa Bunga Desaku dirancang khusus untuk memotong rantai birokrasi yang berbelit-belit, sehingga jajaran pemerintah daerah dapat mendengarkan keluhan murni warga tanpa sekat.

​”Lewat Bunga Desaku, tidak ada jarak antara Bupati, Kepala OPD, dengan masyarakatnya. Kita bisa mengetahui masalah orisinal dari bawah tanpa harus menunggu rantai birokrasi yang panjang. Masalah-masalah real ini yang langsung kita terima dan tindak lanjuti,” tegas Gus Fawait.

 

​Fokus Pemetaan Air Bersih dan Kesehatan Masyarakat,Salah satu isu krusial yang menjadi sorotan dalam dialog tersebut adalah ketersediaan air di wilayah Kecamatan Pakusari. Gus Fawait menginstruksikan Camat, Kepala Desa, serta OPD terkait untuk segera memetakan solusi pemenuhan kebutuhan air, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

 

​Di samping masalah air, Pemkab Jember juga terus memacu sosialisasi sektor kesehatan. Isu-isu utama yang ditekankan meliputi:

​Penekanan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

​Percepatan penanganan stunting.

​Optimalisasi program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas agar warga berisiko tinggi mendapatkan layanan medis gratis secara maksimal.

 

​Apresiasi dari Tokoh Masyarakat

​Pelaksanaan Bunga Desaku di Pakusari mendapat apresiasi positif dari Ketua DPC PKB Jember, H. Ayub Junaidi, S.H. Menurutnya, konsistensi Bupati dalam turun langsung ke desa-desa sangat efektif mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.

 

​”Ini terobosan luar biasa dari Pak Bupati untuk memotong birokrasi. Pelayanan publik—mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga administrasi kependudukan (Adminduk)—kini semakin dekat dan mempermudah warga hingga ke tingkat desa,” puji Ayub. (Suharno)